Mutiara: airmata sang dewi

Mutiara dikenal sebagai ‘ratu dari batu mulia’. Konon, mutiara adalah titisan air mata dewi yang
membatu di dalam kerang. Cerita yang melegenda ini membuat mutiara menjadi aksesoris yang
dicari sejak dahulu kala. Ribuan tahun sebelum masehi, mutiara telah dikenal di India, China dan
daerah Persia. Dalam legenda Hindu di India, Dewa Khrisna konon menemukan mutiara yang
didapatnya dari laut sebagai hadiah bagi perkawinan anaknya. Di China, mutiara malahan telah
dikenal bukan hanya dari mutiara alami namun dari mutiara buatan (blister) yang berupa patung
Buddha yang dihasilkan kerang tertentu. Sementara Persia memiliki rantai sejarah yang panjang
tentang mutiara. Bahkan mutiara di zaman itu masih tersimpan di museum Louvre, Perancis.


Mutiara yang berkualitas satu memang mahal. Bulan november 2004, dua buah kalung mutiara
mencatat rekor penjualan di balai lelang Christie London dengan harga lebih dari 2,5 milyar rupiah.
Bahkan jauh sebelumnya di saat jayanya kerajaan Romawi, seorang Kaisar meminta sebutir mutiara
dari ibunya untuk dijual agar mendapatkan dana untuk keperluan prajurit-prajuritnya yang akan
berangkat bertempur. Cleopatrapun, konon, menggunakan serbuk mutiara sebagai campuran
minumannya untuk menjaga kecantikannya.
© Gustaf Mamangkey 2006

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp